top of page
Search

Mengapa Iman Begitu Penting?

  • Writer: Karef Hamit Training Center
    Karef Hamit Training Center
  • Dec 9, 2025
  • 4 min read

Iman memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena memengaruhi setiap hal yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Iman adalah kemenangan yang memungkinkan kita mengatasi dunia, kedagingan, dan kuasa kegelapan. Tanpa iman, manusia tidak memiliki kemampuan untuk berdiri teguh, hidup dengan benar, atau mengasihi sebagaimana Allah menghendaki. Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, hal terpenting yang perlu dipelajari dan dikuasai adalah bagaimana memahami dan berjalan dalam iman yang sepenuhnya kepada Allah.


Iman membawa banyak janji dalam Kitab Suci: melaluinya manusia dilahirkan dalam kehidupan kekal, dibenarkan di hadapan Allah, diampuni, disembuhkan, memahami ciptaan, mempelajari firman, melihat masa depan, dan menjalani hidup bukan berdasarkan penglihatan, tetapi berdasarkan kepercayaan. Iman menjadi sumber kekuatan, keberanian, hikmat, tuntunan, dan kemenangan rohani. Iman juga menjadi fondasi keteguhan ketika menghadapi ujian dan penganiayaan yang akan datang. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang percaya untuk mengetahui apa itu iman, bagaimana memperolehnya, dan bagaimana iman itu bertumbuh. Firman Tuhan menegaskan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus. Itulah sebabnya firman Tuhan harus menjadi makanan harian.


Iman memberi kemampuan untuk “melihat” Allah. Iman bekerja seperti teleskop yang melihat kemegahan Allah di langit dan seperti mikroskop yang mengungkapkan keajaiban-Nya yang tersembunyi. Melalui iman, manusia dapat mendekat kepada Allah dan menikmati kehadiran-Nya. Dengan berjalan dalam iman, Tuhan menerangi kegelapan di hadapan kita dan membuka mata untuk melihat karya tangan-Nya. Hanya dengan iman seseorang dapat masuk ke dalam hubungan yang intim dengan Allah dan mengenal diri sendiri sebagaimana Allah melihatnya. Tanpa iman, doa, air mata, dan puasa sekalipun tidak berkenan di hadapan-Nya.


Hidup manusia tidak bisa dipisahkan dari iman karena setiap pilihan lahir dari kepercayaan atau ketidakpercayaan. Alkitab menyatakan bahwa hidup orang percaya dijalani dengan iman kepada Anak Allah. Hidup oleh iman bukan berarti percaya secara buta, melainkan percaya dengan bijaksana bahwa Allah memegang janji-Nya untuk menyediakan segala kebutuhan. Teladan hidup Ayub menggambarkan bagaimana iman tetap berdiri meski keadaan runtuh. Dalam penderitaan terdalam, Ayub tetap berkata, “Aku tahu bahwa Penebusku hidup.” Sikap inilah yang menjadi seruan iman setiap orang percaya ketika hidup menghadirkan hal-hal yang tidak dapat dipahami.


Kisah George Müller menjadi contoh nyata kehidupan yang ditopang iman. Ia percaya bahwa ketika penglihatan berhenti, barulah iman bekerja. Müller tidak mengandalkan manusia, melainkan bergantung sepenuhnya pada Allah. Tanpa meminta kepada siapa pun, hanya dengan doa dan iman, ia membangun tiga panti asuhan, merawat hampir dua ribu anak, menyediakan kebutuhan mereka, dan mempekerjakan staf yang diperlukan. Ia meyakini bahwa hidupnya adalah bukti bagi dunia bahwa Allah sanggup menjawab doa dan memenuhi kebutuhan siapa pun yang hidup dalam iman. Ketika uang tidak ada, ia tetap berkata bahwa Tuhan dalam hikmat dan kasih-Nya belum mengirimkan pertolongan, tetapi pasti akan melakukannya pada waktu-Nya. Dan Tuhan selalu melakukannya.


Banyak orang percaya sulit hidup oleh iman karena masih mengandalkan apa yang terlihat dan terasa. Tuhan memahami bahwa ketergantungan pada penglihatan dan perasaan menghalangi seseorang masuk ke dalam iman yang murni. Oleh sebab itu, Ia mengizinkan masa-masa kelam—ketika manusia tidak lagi bisa melihat—agar mereka dipaksa berjalan dengan iman. Dalam kondisi seperti itu, iman bertumbuh, karena semakin sedikit yang dapat dilihat, semakin besar iman yang terbangun.


Iman juga memancarkan karakter Allah kepada dunia. Ketika orang percaya mencerminkan sukacita, hikmat, kasih, dan damai Tuhan dalam segala keadaan baik atau buruk, dunia akan melihat Kristus melalui hidup mereka. Kehidupan seorang percaya seharusnya menjadi kaca pembesar yang memperlihatkan wajah Yesus. Namun ketika iman runtuh di tengah kesulitan, pesan yang sampai kepada dunia adalah bahwa Allah tidak dapat dipercaya. Karena itu penting bagi orang percaya untuk memperlihatkan bahwa iman kepada Tuhan adalah jawaban atas segala persoalan dan bahwa Dia adalah tempat perlindungan di masa sukar.


Iman memampukan manusia menjadi pemenang. Melalui iman, seseorang dapat menaklukkan kedagingan, dunia, dan tipu muslihat Iblis. Ketika seseorang kehilangan iman, ia membuka celah lebar bagi serangan musuh. Iblis mengetahui bahwa iman dan keraguan tidak bisa tinggal bersama, sehingga ia selalu berusaha menanamkan keraguan tentang kesetiaan dan kebaikan Allah. Keraguan merusak kepekaan terhadap suara Tuhan dan dapat menghancurkan pertumbuhan rohani. Satu-satunya cara mengatasi keraguan adalah memilih untuk percaya—bahwa Allah tidak pernah menipu, tidak pernah mengecewakan, dan tidak pernah berhenti bekerja di balik apa pun yang terjadi.


Akhirnya, iman adalah kemenangan yang mengatasi segala sesuatu. Iman membuka pintu bagi kemenangan rohani dan memberi kemampuan untuk berjalan bersama Kristus dengan penuh kepercayaan. Mengatasi tidak berarti hidup tanpa persoalan, tetapi tetap setia kepada Allah meski dunia di sekitar runtuh. Iman yang mengatasi berarti melepaskan segala sesuatu yang tidak berasal dari Allah dan mengenakan Kristus dalam segala aspek kehidupan. Tuhan membangun iman seperti ini dengan menyingkirkan hal-hal yang menghalangi kita percaya sepenuhnya kepada-Nya. Bahkan ketika segala sesuatu berubah dan gunung-gunung runtuh ke dalam laut, iman yang teguh tetap bersandar sepenuhnya kepada Allah, yakin bahwa Ia memegang hidup kita dengan tangan-Nya.


Dengan demikian, iman bukan hanya keyakinan abstrak, tetapi dasar hidup orang percaya, kekuatan yang menopang ketika penglihatan gagal, dan jalan menuju hubungan yang benar dengan Allah. Iman adalah napas kehidupan rohani, sumber keteguhan, dan bukti kehadiran Allah dalam kehidupan manusia. Melalui iman, manusia bukan hanya bertahan, tetapi menjadi pemenang dalam segala keadaan.


 
 
 

Comments


Feel free to share your thoughts and feedback with me.

© 2023 by The New Masters Wear No Uniform. All rights reserved.

bottom of page